TIPS JITU FOLLOW UP ANTI GAGAP

Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh :😊🙏

Selamat Sore #SahabatHerbalize 😍

Gimana kabarnya?

Semoga dalam keadaan sehat dan selalu semangat ya …

Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit sharing cara ngadepin rohana, rojaji dan sejenisnya 😂

rohana = rombongan hanya tanya
rojaji = rombongan hanya janji #halah …😂

 

BAIK KITA MULAI YA KAK😊

Kira-kira nih kira-kira, apa yang menyebabkan calon pembeli jadi rohana atau rojaji?

coba tebak apa hayo ?

Novira Ferdinand :
 “Bisa jd ragu2 “

Anggita Rullyan :
 “Harga kemahalan”

Bunda Wandawindawafiywafa:
 “Cuma iseng kak “
Luthfi :
 “Mungkin Tidak ada duit karena kemahalan “

Bunda Wandawindawafiywafa :
 “Membandingkan harga produk kita dgn produk tetangga🤔 “

Didik  :
 “Mungkin dia masih mencari tau “

dari jawaban kaka kaka, semua benar … tinggal kita cari solusinya …

misalnya untuk orang yang masih ragu, berarti kaka harus meyakinkan mereka dengan cara ngasih bukti,

contoh buktinya misalkan, cerita dari ka rena.

nah untuk calon pembeli yang ngerasa kemahalan, kita harus kasih alasan, kenapa harga nya “mahal”
kasih tau bahwa produk kita sudah uje lab, dapet certificat, P-IRT dll

jadi kaka sampaikan, bahwa kualitas produk kita TERBAIK,

sebetulnya mahal itu relatif, karena orang bilang, ada harga ada kualitas,

betullll ?

nah untuk calon pembeli yang iseng chat, bisa di pastikan ini adalah kompetitor yang ingin lihat cara kaka kaka nge-cs-in atau cara ngehandel calon pembeli…

cara ini udah biasa, dan ini pun kami lakukan untuk melihat bagaimana kompetitor menghendel calon pembeli …

jadi kalau udah ke cium “baunya” ini dia mau ngetest, jangan habiskan waktu kaka di orang ini, fokus lah ke orang yang terlihat serius ingin beli …nah untuk calon pembeli yang iseng chat, bisa di pastikan ini adalah kompetitor yang ingin lihat cara kaka kaka nge-cs-in atau cara ngehandel calon pembeli…

cara ini udah biasa, dan ini pun kami lakukan untuk melihat bagaimana kompetitor menghendel calon pembeli …

jadi kalau udah ke cium “baunya” ini dia mau ngetest, jangan habiskan waktu kaka di orang ini, fokus lah ke orang yang terlihat serius ingin beli …

Bunda Wandawindawafiywafa :
 “Membandingkan harga produk kita dgn produk tetangga🤔”

kalau seperti ini, sama kaka harus sampaikan value dari produk kita, mulai dari manfaat,dari segi kemasannya, kasih tau bahwa produk kita udah uje lab dll,

memang harus agak sedikit sabar ngadepin orang yang membandingkan, 

Didik :
 “Mungkin dia masih mencari tau “

kalau seperti ini, berarti kaka kasih tau penjelasannya secara detail, dan arahkan mereka agar segera mengkonsumsi produk2 dari herbalize, karena bagus untuk menjaga kesehatan

kasih tau, bahwa segala sesuatu yang bagus itu harus di segerakan, jangan ditunda-tunda … #halahmaksa 😁

tapi memang harus seperti itu, MENGARAHKAN… okeh …

Alasan lainnya, apa lagi kira-kira, Kenapa jadi rohana ?

hhmmm, bisa jadi karena sikonnya yang belum pas.

atauuuu ….

Kondisi si calon pembelinya yang belum memungkinkan.

“Terus gimana dong a?”

“Aku kan pengen closing, biar cring-cring di rekening. hihihi😁sabaarrr, semua ada waktunya, semua ada caranya …. yang paling memungkinkan adalah, mereka masih ragu,
ya , R.A.G.U, Bisa jadi, ragu menjadi alasan kenapa gagal closing.

“Terus gimana dong a solusinya?”

ya kaka kaka, harus pandai-pandai untuk meyakinkan meraka.

 

INGAT …

faktanya, nggak sedikit calon pembeli yang belum closing pada penawaran pertama tapi bisa closing di penawaran kedua, ketiga ataupun ke lima…

Jadi …

kalau ada calon pembeli yang belum beli, itu bukan berarti “nggak beli”, hanya saja “belum jadi beli”…Tanamkan itu dalam pikiran kaka-kaka…

sekali lagi …

kalau ada calon pembeli yang belum beli, maka itu bukan berarti “nggak beli”, hanya saja “belum jadi beli”…

sekali lagi yuk bareng-bareng ucapin
😂

kalau ada calon pembeli yang belum beli, makaaaa….
itu bukan berarti “nggak beli”, hanya saja “belum jadi beli”…

sakali lagi kali …

“udah woy”
“udah kali”

yaudah, yaudah … ok ok … hihihi #apasih

ingat ya kaka kaka :
1. nggak closing di penawaran pertama, bisa jadi closing di penawaran kedua
2. nggak closing di penawaran kedua, bisa jadi closing di penawaran ketiga
3. nggak closing di penawaran ketiga, bisa jadi closing di penawaran keemmpat
4. tugas kita adalah bagaimana caranya meraka tau manfaat dari produk yang kita tawarkan, ituuhh…

 

 

Maka dari itu, pastikan orang yang udah hubungi kaka di catet nomornya, kasih nama apake , misalnya rohanaku … hihihi 😁

sayang banget kalau mereka udah kontak kaka, tapi kaka tidak menyimpannnya, padahal ini adalah data yang paling berharga, bisa jadi pundi pundi rupiah.

karena dengan adanya no contact tersebut, kaka bisa memberikan penawaran kedua, ketiga , keempat dan seterusnya ,#pokoknya pepet terus.Kalau Closing, Cring-cring masuk Rekening … Aasseeekkkk kan 😊

oke sekarang siapa yang mau TIPS Jitu Follow Up anti Gagap? CUNG!

“a, aku pernah mau nyoba follow up, tapi bingung nih harus kek gimana follow up nya?”

mungkin dari kaka kaka ada yang memiliki pertanyaan sama percis kayak diatas ini?

jawabannya jangan gagap.”Maksudnya gimana a?”

jadi begini …

pada dasarnya follow up itu untuk meyakinkan calon pembeli, masa iya kitanya gagap saat meyakinkan calon pembeli? yang ada pembeli malah semakin ragu…

“lalu bejimane caranya a, biar engga gagap?”

1. kuasi segala hal tentang promosinya

orang gagap biasanya dia nggak tau apa yang mau di utarakan atau di sampaikan.

sedangkan posisi kita di tuntut harus meyakinkan calon pembeli, jadi bejimane mau meyakinkan, kalau kaka sendiri masih nggak yakin dengan apa yang akan disampaikan…

jadi …
Sangat penting sekali bagi kaka-kaka untuk menguasai seluk-beluk informasi produk,testimoni,sistem pembelian,sistem pengiriman dan lain-lain.

“Waduhhhh… 🤦‍♀tepok jidat, “banyak juga ya a? ….”

iya, memang harus seprti itu, kalau kaka mau follow up , harus mengetahui semuanya,

ya SEMUANYA…,

kasarnya mulai dari hulu sampai ke hilir kudu,mesti,wajib,harus tau … #maksa

jadi PR-nya adalah kaka-kaka harus mengetahui:
1. Seluk-beluk produk
2. testimoni
3. sistem pembelian
4. sistem pengiriman
5. dll

 

– KEYAKINAN AKAN DATANG KETIKA ANDA SUDAH MENGUASI CARANYA –

Point kedua, biar engga gagap saat FU

2. Kenalkan Diri

eh btw nih, btw

pernah dapet pesan dari kontak yang tidak dikenal?

yang isinya tagihan yang harus di bayar, mungkin ada yang pernah dapetin…

cung ?

“cung”
“cung”
“cung”

nah kan …. #soktau 😂

boro-boro mau dibales yang ada, ‘apa sih ini!’ , paling gitu ya , hahaha

ingat ya,

belum tentu calon pembeli kaka menyimpan kontak kaka di HP-nya, apalagi saat melakukan follow up pake no yang berbeda, belum lagi kalau mereka malah lupa, mengapa kaka menghubungi mereka, ada yang lupa kalau mereka sempat tanya-tanya produk kaka, dan kemungkinan lainnya…

jadi biasakanlah perkenalkan diri dulu, misalnya:

saat kaka chit-chat eh tiba-tiba dia hanya baca doang, engga respon, besoknya bisa FU seperti ini :

“Assalamualaikum wr wb,
saya nia dari herbalize_id 😊 apa kabar bu rohana?,
oh iya, terkait chia seeds yang kemaren kaka tanyakan, apa ada yang belum jelas atau ada hal lain yang ingin di tanyakan? 😊🙏

Contoh kasus rohaji, janji mau transfer, tapi belum transfer juga

“Assalamualaikum wr wb,
saya nia dari herbalize_id  apa kabar bu rohana?,
oh iya, kemaren transfernya ke rek mandiri apa BRI ya? 😊

kurang lebih seperti itu contohnya, jadi pointnya adalah, kasih tau dengan siapa mereka berkirim pesan dan kenapa kaka bisa menghubungi mereka, jangan lupa ya untuk memperkenalkan diri dulu, dan jangan terburu-buru.

– Kenalkan diri dulu, jangan buru-buru nanti bisa-bisa enggak laku –

Point ke tiga , biar engga gagap saat fu

3. Awali dengan Pertanyaan Ringan

Masih ingat kan?

“???”
“???”
“???”

ayo siapa yang masih ingat?

“???”
“???”
“???”

“apa sih”

“hhmmmm😑

“jualan itu tentang mengarahkan bukan memaksakan” yaaapss, betul sekali,… 100 buat kaka yang pake kerudung ungu…

jadi jualan itu tentang mengarahkan BUKAN memaksakan.Oleh karena nya, saat melakukan follow up jangan terburu-buru, jangan memaksa, karena calon pembeli membutuhkan waktu untuk memutuskannya.

makanya tugas kita sebagai penjual harus memperlakukan mereka dengan ramah dan buat mereka nyaman.

Sekarang coba kaka, perhatikan contoh berikut :

Contoh atu :
“ibu apa kabar? jadi beli chia seeds gak?”

contoh ua :
“Assalamualaikum ibu rohana 😊
apa kabar bu?
apakah ada yang belum jelas atau ada yang ingin ditanyakan mengenai chia seeds?” 

Kira-kira kalau posisi kaka sebagai pembeli, pesan mana yang menurut kaka ramah dan membuat nyaman?

contoh ke dua dong, iya kan, iya dong #maksa 😁

terlihat ramah bin santuy,

eh santun … hihihi

nggak terkesan buru-buru juga.

Jadi terlihatlah ramah, santun, cool, elegant dll lah pokok namah … hihihi😁

Pahim tum?

“pahim na”
“pahim na”
“pahim na”

Point ke empat , biar engga gagap saat fu

4. Ajukan pertanyaan pilihan

Kesalahan bertanya saat memfollow up bisa menyebabkan gagal Closing ….

– GAGAL CLOSING, PUSSIIINNGG –

Contoh pertanyaan yang kurang tepat :
“bu, jadi beli madunya gak?”
“ka, jadi beli chia seedsnya gak?”
“pak, jadi beli bee pollennya gak?”

Kemungkinan besar, mereka akan sangat sulit untuk menjawab “IYA”, itupun mending kalau dijawab, kebanyakan malah nggak dijawab sama sekali.oleh karena itu, kaka harus mengajukan pertanyaan pilihan yang jawabannya pasti “YA”.

Misalkan :
“bu, chia seeds yang kemaren di pesan, mau dikrim via JNE atau TIKI ya?”
“ka, madunya mau dikirim hari ini atau besok?”
“pak, mau transfer ke BCA atau Mandiri?”
“Bu, mau menyelesaikan pembayarannya sekarang atau nanti sore?”

bisa praktik kan ya?
“bisa…”
“aku bisa ….”
“bisa lah …”

– Jangan berikan kesempatan calon pembeli Anda untuk Ragu, apalagi menjawab Tidak –

 

Point ke lima , biar engga gagap saat fu

5. Doakan dengan tulus

loohhh….

kok di doakan? apa hubungannya?Ada hubungannya ko, serius,

Ciuuuss daaahhh …. hihihi

kalau kaka tipe orang yang engga enakan untuk tanya langsung, kaka bisa mendoakan mereka dengan halus dan tulus… Misalnya :

“semoga setelah resmi join jadi reseller herbalize_id, ibu bisa meningkatkan pendapatan perbulannya. Bisa menjadi salah satu top reseller kami beberapa bulan yang akan datang”

“Semoga dengan chia seeds yang kaka pesan kemaren bisa meningkatkan energi dan stamina kaka”

Point ke 6 , biar engga gagap saat fu

6. Kirim testimoni

Kasih testimoni singkat, seperti screenshot pesan pembeli produk herbalize sebelumnya itu cukup ampuh, calon pembeli bakal semakin yakin dengan produk yang kaka punya.

Terkadang mereka menunda beli atau transfer bukan karena apa-apa, melainkan kurang yakin dan banyak pertimbangan.

Jangan lupa cantumkan beberapa pesan sebelum kaka mengirimkan testimoninya, Kalau engga bisa-bisa calon pembeli kaka mengira itu adalah spam, Boro-boro jadi beli,pesannya aja enggak di baca #hiks 

contoh kirim pesannnya seperti ini

“gambar testimoni + ini adalah pengiriman kami sebelumnya, jadi pesanan kaka mau dikirim hari ini apa besok ya?”

silahakn kata-katanya sesuaikan dengan chit-chat terakhir kaka sama calon pembeli …

– Karena Mereka Membutuhkan Bukti Nyata, BUKAN Hanya Janji Semata –

point ke 7 , biar engga gagap saat fu

7. coba bantu

Ini merupakan cara yang paling sering digunakan saat melakukan follow up. Gara-gara cara ini, konversi penjualan dari order ke transfer melesat 90%+

“cara seperti apa a?”

kaka bisa bertanya seperti ini :

“bu, apakah ada kendala saat melakukan konfirmasi pembayaran?”
“ka, ada yang masih ingin ditanyakan terkait chia seeds?”
“bu, apakah ada yang belum di mengerti mengenai manfaat dari bee pollen?”

kebayang kan?
“hhhmmmm”
“……”
“krik-krik”

udaaah, bilang aja iya …. hehehe #maksa

– jualan adalah aktivitas membantu orang lain yang dibayar –

Point ke 8 , biar engga gagap saat fu

8. coba Sindir

kadang ada juga orang yang engga mempam di ingatkan dengan cara baik di kayak didoakan, ditawari bantuan, atau sejenisnya, karena itu coba sindir mereka.

“Maaf bu rohana, kalau boleh tau kemaren transfernya sesuai nominal yang tertera atau nggak ya? karena di data kami statusnya pesanan ibu masih menunggu pembayaran. Khawatir total transfernya tidak sesuai jadi belum terkonfirmasi secara otomatis”

point ke 9 , biar engga gagap saat fu

9. Telepon langsung

poin ini merupakan solusi terakhir dalam melakukan follow up. cara ini terbukti cukup ampuh untuk menentukan apa merka jadi mau beli atau tidak.

Bukankah tujuan follow up buat mendapat kepastian apa seseorang itu mau beli atau tidak?

Ya setidaknya, dengan menelpon langsung, kaka enggak merasa digantung kepastiannya. Selain itu, kaka bisa lanjut melakukan follow up ke calon pembeli yang lain kan?

iya dong …

– Follow up Mereka Dengan Ramah, Maka Mereka Pun Akan Merasa Nyaman –

Hal-hal yang harus diperhatikan saat Melakukan Follow Up

1. Beda orang, beda cara follow up-nya

Saat kaka melakukan follow up lewat media chatting seperti WhatsApp atau telegram, sebaiknya jangan melakukannya denga cara brutal. jangan menyamaratakan semua calon pembeli dengan mengirimkan script yang sama. sesuaikan dengan chit-chat terakhrinya.

Ingat!, Kepentingan setiap calon pembeli berbeda-beda. Keinginan mereka juga berbeda-beda. jadi harus memperlakukan mereka sesuai kepentingan dan keinginannya. jadi memang kita harus lebih sabar.

2. Gunakan salah satu saja

Pernah jengkel nggak, waktu di follow up contohnya lewat whatsApp dan telegram sekaligus?

kesel kan, kayak lagi di buru ?

nah,…

oleh sebab itu, gunakanlah salah satu saja ya,

Kaka bisa memilih dan mengelompokan calon pembeli menjadi dua, Mana yang lebih nyaman dihubungi via whatsapp, mana yang via telegram,

jadi kecil kemungkinan kalau mereka bakal terganggu.

satu hal lagi yang perlu di ingat, datangi mereka di tempat favoritnya, bukan memaksa mereka untuk datang ke tempat favorite kita,

pahamkan ya maksudnya ?

“hhhmmm”
“….”
“????”

udah paham aja …. hihihihi

3. Ingat Waktu

Kadang saking semangatnya mau follow up, kita lupa waktu. bisa-bisa kita melakukan follow upnya terlalu pagi, atau terlalu malam, atau kadang di jam-jam sibuk bekerja.

coba bayangkan bagaimana bila kaka, di posisi seperti itu? apa yang akan kaka rasakan?

misalnya kaka sedang bekerja, tiba-tiba ada yang follow up? kemungkinan besar di-diemin, dan no respon, iya kan …

nah, oleh karena itu cari waktu yang pas …

. Gali informasi lebih dalam

Semakin kaka mengenal siapa yang kaka hadapi,semakin mudah mereka diarahkan, oleh sebab itu gali semua informasi tentang calon pembeli kaka.
– kenapa mereka masih ragu?
– apa masalah mereka?
– apa keinginan mereka?
– kenapa mereka menolak?
– dll

5. Sabar
Kaka pasti udah menemukan calon pembeli ini seperti ini, calon pembeli itu seperti itu, beda beda kan

nah mereka bisa memporak porandakan kesabaran kaka heheh

jadi disini mau mengingatkan kembali, sabarlah dalam segala hal. perlu kita ingat lagi. penawaran belum berakhir setelah gagal di awal, ada penawaran kedua, ketiga, dan selanjutnya

banyak penjual yang tidak sabar dan akhirnya menyerah di penawaran pertama. jadi sabarlah
, siaapp ?

ya, S.A.B.A.R.L.A.H ….

perjuangkan terus karena yang kaka tawarkan adalah solusi bagi mereka!

ok sampai disini dulu, materi biar engga gagap saat fu ngadepin rohana …

sudah jelaskan ? …

“bilang aja udah, biar cepet … hihii:joy: #maksa 😂

kalau ada yang ingin ditanyak, silahkan langsung chat di grop diskusi ya 🙏😊

TERIMA KASIH 🙏😊